TEORI KONSELING (EGO DAN SELF)

 

A.     Konsep Teori Self Dan Ego

1.       Konsep Teori Self (Regors)

Teori Regors didasarkan atas self theory yang terdiri dari diri (self), konsep diri (self concept), aktualisasi diri (Self actualization), diri yang yang ideal (the ideal self) dan congruence. Menurut rogers konstruk ini konseling clien centered adalah konsep tentang diri yang terbentuk melalui atau karena pengalaman yang datang dari luar dan dalam diri individu yang bersangkutan. Adapun kepribadian manusia terdiri dari unsur unsur organismeyang merupakan keseluruhan dan kesatuan indivisu, serta memiliki sifat sifat tertentu. Diri yang ideal adalah diri yang dibayangkan, yang diinginkan, yang dihayati sebagai saya. Diri yang ideal menunjukkan adanya keinginan seseorang untuk mengembangkan diri dan mewujudkan potensinya dalam bentuk aktualisasi diri. Sedangkan diri yang actual adalah diri yang ada pada saat ini.

2.       Konsep Teori Ego (Erik Homburger Erikson)

Ciri dan model konseling ego adalah menekankan pada fungsi ego. Dalam model konseling ego dikenal salah satu istilah yang sangat menojol yaitu “Ego Strength” yang artinya kekuatan ego. Pada dasarnya kegiatan konseling adalah usaha memperkuat “ego strength”. Dalam demikian orang yang bermasalah adalah orang yang memiliki ego yang lemah.

B.      Konsep Perilaku Manusia

Tingkah laku manusia merupakan fungsi stimulus, artinya determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi berada di lingkungan. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.

Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu Tindakan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu Tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu Tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relative terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai control sosial.

C.      Pelaksanaan Konseling Ego dan Self

1.       Proses konseling harus bertitik tolak dari proses kesadaran

2.       Proses konseling hendaklah bertitik tolak dari asas kekinian atau tingkah laku sekarang.

3.       Proses konseling lebih ditekankan pada pembahasan secara rasional

4.       Konselor hendaklah menciptakan suasana hangat dan spontan baik dalam penerimaan klien maupun dalam proses konseling

5.       Konseling harus dilakukan secara professional

6.       Proses konseling hendaklah tidak berusaha mengorganisir keseluruhan kepribadian individu, tetapi hanya pada pola pola tingkah laku yang sesuai.

Komentar

Postingan Populer