PELAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DAN KONSELING KELOMPOK

 


A.    Pengertian BKp dan KKp

1.      Pengertian Bimbingan Kelompok

Menurut Romlah (2001:3) bimbingan kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan yang berusaha membantu individu agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat, minat, serta nilai-nilai yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah pada siswa dan mengembangkan potensi siswa.

2.      Pengertian konseling kelompok

Konseling kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan. Menurut Gadza, dkk menyatakan bahwa konseling kelompok adalah suatu proses antara pribadi yang dinamis, terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi seperti berorientasi pada kenyataan, saling mempercayai, saling pengertian, saling menerima, dan saling mendukung.

B.     Tujuan dan manfaat BKp dan KKp

Tujuan bimbingan kelompok menurut Prayitno (1995: 179), agar setiap peserta:

1)      mampu berbicara di depan orang banyak

2)      mampu mengeluarkan pendapat, ide, saran, tanggapan dan perasaan kepada orang banyak

3)      belajar menghargai pendapat orang lain

4)      bertanggung jawab atas pendapat yang dikemukakannya

5)      mampu mengendalikan diri dan emosi

6)      dapat bertenggang rasa

7)      menjadi akrab satu sama lain

8)      membahas masalah atau topik-topik umum yang dirasakan atau menjadi kepentingan bersama.

Adapun tujuan konseling kelompok menurut Barriyah (dalam Namora, 2011:205) adalah:

1)      Membantu individu mencapai perkembangan yang optimal.

2)      Berperan mendorong munculnya motivasi kepada klien untuk merubah perilakunya dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

3)      Klien dapat mengatasi masalahnya lebih cepat dan tidak menimbulkan gangguan emosi.

4)      Menciptakan dinamika sosial yang berkembang intensif.

5)      Mengembangkan keterampilan komunikasi dan interaksi sosial yang baik dan sehat

C.    Asas BKp dan KKp

Menurut Prayitno (1995:179) terdapat empat asas bimbingan kelompok, yaitu:

1)      Asas kerahasiaan

2)      Asas keterbukaan

3)      Asas kesukarelaan

4)      Asas kenormatifan

Dalam konseling kelompok terdapat beberapa asas yang harus diperhatikan oleh konselor. Menurut Prayitno (2004:43)asas-asas yang terdapat dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat 12 asas, diantaranya sebagai berikut:

1)      Kerahasiaan

2)      Kesukarelaan

3)      Keterbukaan

4)      Kekinian

5)      Kemandirian

6)      Kegiatan

7)      Kedinamisan

8)      Keterpaduan pelayanan

9)      Kenormatifan

10)  Keahlian

11)  Alih tangan

12)  Tut wuri handayani

D.    Tahap Pelaksanaan BKp dan KKp

Menurut Prayitno (1995: 40-60) ada empat tahap pada pelaksanaan bimbingan kelompok yaitu:

1)      Tahap pembentukan. Tahap ini merupakan tahap pengenalan dan keterlibatan anggota ke dalam kelompok dengan tujuan agar anggota kelompok memahami maksud bimbingan kelompok, saling menumbuhkan suasana saling mengenal, percaya, menerima dan membantu teman-teman yang ada dalam anggota kelompok.

2)      Tahap Peralihan Tahap ini transisi dari pembentukan ke tahap kegiatan. Dalam menjelaskan kegiatan yang harus dilaksanakan, pemimpin kelompok dapat menegaskan jenis kegiatan bimbingan kelompok yaitu tugas dan bebas.

3)      Tahap Kegiatan. Tahap ini merupakan tahap inti dari kegiatan bimbingan kelompok dengan suasana yang akan dicapai, yaitu terbahasnya secara tuntas permasalahan yang dihadapi anggota kelompok dan terciptanya suasana untuk mengembangkan diri, baik menyangkut pengembangan kemampuan berkomunikasi maupun menyangkut tentang pendapat yang dikemukakan oleh anggota kelompok.

4)      Tahap Pengakhiran Pada tahap ini terdapat dua kegiatan yaitu penilaian (evaluasi) dan tindak lanjut (follow up).

Menurut Prayitno (2017:54), menyatakan bahwa konseling kelompok menempuh tahap-tahap sebagai berikut:

1)      Kegiatan Awal Tahap awal berjalan hingga berkumpulnya para (calon) anggota keompok dan dimulainya tahap pembentukan.

2)      Kegiatan Peralihan Setelah suasana kelompok terbentuk dan dinamika kelompok sudah mulai tumbuh, kegiatan kelompok hendaknya dilanjutkan kearah lebih jauh oleh pemimpin kelompok menuju kegiatan kelompok yang sebenarnya.

3)      Kegiatan Pokok Tahap ketiga ini merupakan inti dari kegiatan kelompok, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, serta masing-masing aspek tersebut perlu mendapatkan perhatian yang seksama dari pemimpin kelompok.

4)      Kegiatan Pengakhiran Setelah kegiatan kelompok memuncak pada tahap ketiga, maka dalam tahap pengakhiran ini kegiatan kelompok lebih menurun dan selanjutnyan pemimpin kelompok akan mengakhiri kegiatan pada saat yang dianggap tepat

 

 


Komentar

Postingan Populer