PRA PELAYANAN BK
A. PENGERTIAN
NEED ASSESMENT
Need Assesment adalah pekerjaan konselor yang utama
dan pertama dalam membuat program BK. Sehingga Need assessment manjadi kunci
utama dalam pengembangan program BK selanjutnya. Dalam pelaksanaan suatu
strategi konseling, need assessment memegang peranan penting dalam
pengimplementasian strategi selanjutnya, yaitu melakukan aktifitas pencarian
fakta untuk memenuhi kebutuhan riil siswa sehingga dapat digunakan untuk
mengembangkan program BK. Menurut Astramovich dan Coker tahap Need Assesment
dapat menyediakan informasi penting bagi konselor sekolah untuk merancang dan
mendefinisikan ulang keseluruhan program dan layanan konseling sekolah yang ditawarkan
didalamnya, serta mengukur duatu proses konseling sebelum, selama dan setelah
konseling tersebut dilaksanakan/berlangsung.
B. JENIS
DAN MANFAAT INSTRUMENT BK
Secara umum yang dimaksud dengan instrumen adalah
suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis, sehingga dapat digunakan sebagai
alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu
variabel. Dalam bidang penelitian, instrumen diartikan sebagai alat untuk
mengumpulkan data mengenai variabel-variabel penelitian untuk kebutuhan
penelitian. Adapun dalam bidang pendidikan instrumen digunakan untuk mengukur
prestasi belajar siswa, faktor-faktor yang diduga mempunyai hubungan atau
berpengaruh terhadap hasil belajar, perkembangan hasil belajar siswa,
keberhasilan proses belajar mengajar guru, dan keberhasilan pencapaian suatu
program.
Menurut
bentuk atau jenisnya, instrument BK yaitu:
1. Tes
Subjektif (Uraian)
Pada umumnya berbentuk
esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan
jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata kata.
Manfaat tes subjektif:
a. Mudah
disiapkan dan disusun
b. Tidak
memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung untungan.
c. Mendorong
siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta Menyusun dalam bentuk kalimat
yang bagus
d. Memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya Bahasa dan
cara sendiri
e. Dapat
diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan
2. Tes
objektif
Tes objektif adalah tes
yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini memang dimaksudkan
untuk mengatasi kelemaham kelemahan dari tes bentuk esai.
Manfaat tes objektif:
a. Mengandung
lebih banyak segi segi yang positif, lebih representative mewakili isi yang luas
b. Lebih
mudah dan cepat cara pemeriksaannya
c. Pemeriksanaannya
dapat diserahkan kepada orang lain
d. Dalam
pemerikasanaannya tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi
C. INSTRUMENT
TES DALAM BK
Menurut Tohirin (2011: 223) “tes merupakan suatu
metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek
dalam tingkah laku dan kehidupan psikologis seseorang, dengan menggunakan
pengukuran yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang
diukur”. Dalam dunia evaluasi pendidikan, yang dimaksud dengan tes adalah cara
atau prosedur dalam pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan, yang
berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas, baik berupa
pertanyaan-pertanyaan (yang harus dijawab), atau perintah-perintah oleh testee,
sehingga dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi
testee, nilai mana dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai oleh
testee lainnya, atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu.
Tes
sebagai alat pengumpulan data memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Meramalkan
atau memperkirakan (prediktif) tentang taraf prestasi atau corak perilaku
dikemudian hari
2. Mengadakan
seleksi untuk menerima atau menempatkan individu pada posisi tertentu
3. Menentukan
klasifikasi untuk menentukan dalam kelompok mana seseorang sebaiknya dimasukkan
4. Mengadakan
evaluasi
Adapun
Macam-Macam Bentuk Tes menurut Tohirin (2011: 224):
1) Tes
hasil belajar (Achievement Test)
Tes hasil belajar yang
juga sering dikenal dengan istilah tes pencapaian, yakni tes yang biasa
digunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian atau prestasi belajar siswa. Tes
ini digunakan untuk mengukur apa yang telah dipelajari oleh siswa diberbagai
mata pelajaran.
2) Tes
kemampuan khusus atau tes bakat khusus
Tes kemampuan khusus atau
tes bakat khusus, yakni tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkapkan
kemampuan dasar atau bakat khusus yang dimiliki oleh seseorang. Tes ini
digunakan untuk mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil di mata
pelajaran tertentu, program pendidikan vokasional tertentu, dan atau bidang
karier tertentu. Tes ini lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan
intelektual.
3) Tes
minat
Tes ini digunakan untuk
mengukur kegiatan-kegiatan yang paling diminati oleh siswa.
4) Tes
kepribadian
Tes ini digunakan untuk
mengukur ciri-ciri kepribadian tertentu pada siswa seperti karakter,
temperamen, corak kehidupan emosional, kesehatan mental, relasi social dengan
orang lain dan bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam
penyesuaian diri.
D. INSTRUMENT
NONTES DALAM BK (KEGIATAN PENDUKUNG)
Dengan instrument nontes, evaluasi hasil belajar
peserta didik dilakukan tanpa menguji peserta didik tersebut, melainkan
dilakukan dengan pengamatan secara wawancara (interview), observasi, kunjungan
rumah, tes, konferensi kasus, dan alih tangan. Teknik non tes ini memegang
peranan penting terutama dalam rangka evaluasi hasil belajar peserta didik
dalam ranah sikap hidup (affective domain) dan ranah keterampilan
(psychomotoric domain), sedangkan teknik tes sering digunakan untuk
mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah berfikirnya (cognitive
domain).
Secara umum kegunaan hasil pengungkapan melalui
intsrumen non-tes ialah dapat membantu konselor dalam:
1. Memperkokoh
dasar – dasar pertimbangan berkenaan dengan berbagai masalah pada individu
seperti masalah penyesuaiyan dengan lingkungan, masalah prestasi hasil belajar,
masalah penempatan dan penyaluran.
2. Memahami
sebab – sebab terjadinya masalah dari individu
3. Mengenali
individu yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dan sangat rendah yang
memerlukan bantuam khusus.
4. Memperoleh
gambaran tentang kecakapan. Kemampuan atau keterampilan seseorang individu
dalam bidang tertentu.
Jenis-jenis
instrument nontes yang dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa,
antara lain:
1) Wawancara
Secara umum wawancara
adalah cara menghimpun keterangan yang dilaksanakan dengan cara tanya jawab
lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah
ditentukan. Wawancara bersifat langsung dan tidak langsung.
2) Observasi
observasi adalah cara
menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan cara pengamatan dan
pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang dijadikan sasaran
pengamatan. Teknik ini digunakan dengan mengadakan pengamatan secara seksama
baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap berbagai aktivitas siswa di
lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.
3) Kunjungan
Rumah
Menurut Prayitno (2004:
241) Kunjungan rumah adalah upaya mendeteksi keadaan keluarga yang ada
kaitannya dengan permasalahan individu atau siswa yang menjadi tanggung jawab
konselor atau pembimbing dalam pelayanan bimbingan dan konseling
4) Konferensi
Kasus
Konferensi kasus
merupakan forum terbatas yang dilakukan oleh pembimbing untuk membahas suatu
permasalahan dan arah pemecahannya. Konferensi kasus direncanakan dan dipimpin
oleh pembimbing, dihadiri oleh pihak-pihak tertentu yang terkait dengan kasus
dan upaya pemecahannya.
5) Alih
tangan kasus
Alih tangan kasus bertujuan untuk
memperoleh pelayanan yang lebih spesifik dan menuntaskan masalah siswa serta
tercegahnya siswa dari masalah-masalah yang lebih parah. Secara umum, alih
tangan kasus bertujuan untuk memperoleh pelayan yang optimal dan pemecahan
masalah siswa secara lebih tuntas. Secara khusus, alih tangan kasus bertujuan
dengan terkait fungsi-fungsi bimbingan dan konseling.


Komentar
Posting Komentar