TEORI PELAKSANAAN KONSELING: PSIKOANALISIS DAN BEHAVIORAL
A. Konsep
Psikoanalisis Dan Behavioral
1. Konsep
Psikoanalisis
Teori
psioanalisis adalah salah satu teori yang membahas tentang hakikat dan
perkembangan bentuk kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Unsur utama dalam
teori ini adalah motivasi, emosi dan aspek kepribadian lainnya. dasar teori
psikoanalisis adalah mengasumsikan bahwa kepribadian akan mulai berkembang saat
terjadi konflik konflik dari aspek aspke psikologi itu sendiri. Gejala tersebut
biasanya terjadi pada anak anak atau usia dini.
Teori
psikoanalisis klasik merujuk pada istilah yang dipopulerkan oleh freud. Secara
garis besar, teori ini menyatakan bahwa “ketidaksadaran” pada individu memiliki
peran yang utama dalam diri seseorang. Dengan landasan teori ini, freud melakukan
pengobatan mereka yang menderita gangguan psikis.
Teori
psikoanalisis freud telah menjadi teori yang paling banyak digunakan dan
dikembangkan hingga saat ini. Konsep teori ini digunakan untuk meneliti
kepribadian seseorang terhadap proses psikis yang tidak terjangkau oleh hal
yang bersifat ilmiah.
Dengan
metode psikoanalisis, freud bermaksud mengembalikan struktur kepribadian pasien
dengan cara memunculkan kesadaran yang tidak ia sadari sebelumnya. Adapun
proses terapi ini berfokus pada pendalaman yang dialami pasien saat masih kanak
kanak.
2. Konsep
Behavioral
Teori
behavioral didasari pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia yaitu
pendekatan yang sistematik dan terstruktur dalam konseling. Konseling
behavioral dikenal juga dengan modifikasi perilaku yang artinya sebagai
tindakan yang bertujuan untuk mengubah perilaku.
Konsep
dasar yang dipakai oleh behavior therapy adalah belajar. Belajar yang dimaksud
adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan bukan karena kematangan. Teori
belajar yang dipakai dalam pendekatan ini sebagai aplikasi dari percobaan
percobaan tingkah laku dalam laboratorium. Manusia merupakan makhluk reaktif
yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor faktor dari luar. Manusia memulai
kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini
menghasilkan pola pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Tingkah
laku seseorang ditentukan oleh banyak macamnya penguatan yang diterima dalam
situasi hidupnya. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan
lingkungan melalui hukum hukum belajar: pembiasaan klasik, pembiasaan operan
peniruan. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan
ketidakpuasan yang diperolehnya. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak
sadar melinkan merupakan hasil belajar, sehingga ia dapat diubah dengan
memanipulasi dan mengkreasi kondisi kondisi pembentukan tingkah laku. Adapun
karakteristik konseling behavioral adalah: berfokus pada tingkah laku yang
tampak dan spesifik. Memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling
mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien,
penilaian objektif terhadap tujuan konseling.
B. Konsep
Perilaku Manusia (Menurut Teori Psikoanalisis Dan Behavioral)
1. Konsep
Perilaku Manusia Menurut Teori Psikoanalisis
Freud
menjadikan gunung es sebagai perumpaan tentang jiwa manusia untuk menunjukkan
skema gambaran jiwa seseorang. Bagian puncak dinakan kesadaran (conciousnes),
bagian tengah dinamakan prakesadaran (sub conciousnes) dan bagian dasar yang
tertutup air adalah ketidaksadaran (unconciousnes).
Sama
seperti perumpamaan akar pohon, disini alam bawah sadar atau ketidaksadaran
merupakan hal yang paling menentukan kehidupan manusia. Dimana penyebab dari
penyimpangan perilaku ini berasal dari faktor alam bawah sadar ini. Hal yang
seperti inilah yang dianalisa oleh freud untuk mengungkap kepribadian seseorang
dan menjadikan Analisa ini sebagai metode penyembuhan.
2. Konsep
Perilaku Manusia Menurut Teori Behavioral
Hakikat
manusia dalam pandangan para behaviorist adalah pasif dan mekanistis, manusia
dianggap sebagai sesuatu yang dapat dibentuk dan diprogram sesaui dengan
keinginan lingkungan yang membentuknya. Lebih jelas lagi penjelasan tentang
hakikat manusia dalam pandangan teori behavioristik sebagai berikut:
a. Manusia
dianggap bersifat mekanistik atau merespon pada lingkungan dengan control
terbatas, hidup dalam alam deterministic dan sedikit peran aktifnya dalam
memilih martabatnya.
b. Manusia
memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya, dan
interaksi ini menghasilkan pola pola perilaku yang kemudian membentuk
kepribadian.
c. Perilaku
seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam
situasi hidupnya.
Konseling
behavioral ini berpandangan bahwa manusia itu:
a. Lahir
dalam mempunyai bawaan netral, artinya manusia itu hak untuk berbuat
baik/buruk/jahat.
b. Lahir
dengan membawa kebutuhan dasar dan dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungan
c. Kepribadian
manusia berkembang atas dasar interaksi dengan lingkungannya
d. Mempunyai
tugas untuk berkembang melalui kegiatan belajar
e. Manusia
dapat mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungan
C. Pelaksanaan
Konseling Psikoanalisis Dan Behavioral
1. Pelaksanaan
konseling psikoanalisis
Arlow salah seorang penganut psikoanalisis
mengemukakan bahwa konseling dilaksanakan melalui beberapa tahap, diantaranya:
1) Tahap pembukaan
Tahap pembukaan konseling
ini terjadi
pada permulaan interview hingga masalah klien ditetapkan. Terdapat dua bagian
pada tahap ini, yaitu (1) disepakati tentang struktur situasi analisis yang
menyangkut tanggung jawab konselor dank lien (2) bagian kedua dimulai dengan
klien menyimpulkan posisinya, sementara konselor terus mempelajari dan memahami
dinamika konflik-konflik ketidaksadaran yang dialami klien. Pada tahap ini
klien menyatakan tentang dirinya dan konselor mengamati dan merekam untuk
referensi tahap berikutnya.
2) Pengembangan
transferensi
Perkembangan dan analisis transferensi
merupakan inti dalam psikoanalisis. Pada fase ini
perasaan klien mulai ditunjukan kepada konselor, yang dianggap sebagai orang
yang telah menguasainya di masa lalunya (significant figure persona).
Pada tahap ini konselor harus menjaga jangan sampai kontratransferensi, yaitu
tranferensi balik yang dilakukan koselor kepada klien karena konselor memiliki
perasaan-perasannya yang tidak terpecahkan. Konstratranferensi ini jangan
sampai mengganggu hubungan konseling dan bercampur dengan analisis
tranferensi klien.
3) Resolusi transferensi
Tujuan pada tahap ini adalah memecahkan perilaku
neurotik klien yang ditujukan kepada konselor sepanjang hubungan konseling.
Konseling juga mulai mengembangkan sepanjang hubungan konseling. Konselor juga
mulai mengembangkan hubungan yang dapat meningkatkan kemandirian pada klien dan
menghindari adanya ketergantungan klien kepada konselornya.
2. Pelaksanaan
Konseling Behavioral
Tingkah laku yang
bermasalah dalam konseling behavior adalah tingkah laku yang berlebihan
(excessive) dan tingkah laku yang kurang (deficit). dalam tahapan konseling
behavior adalah sebagai berikut:
a. Melakukan
assessment
b. Menentukan
tujuan
c. Mengimplementasikan
teknik
d. Evaluasi
dan mengakhiri konseling
Referensi:
Corey, G. 2013. Terjemahan: Teori dan Praktek
Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama
Mardhiyyah, R.W & Indiriani, F. 2018. Pendekatan
Konseling Behavioral Untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Pada Siswa SMA. IKIP
Siliwangi: Program studi Bimbingan dan Konseling
Rahayu, A. 2022. Psikologi Konseling:
Teori dan Praktik. Bogor: Penerbit Mitra Wacana Media

Komentar
Posting Komentar